JAKARTA -Kasus Agus Salim, korban penyiraman air keras yang kini terlibat dalam perseteruan dengan influencer Pratiwi Noviyanthi, semakin mencuri perhatian publik. Setelah mengklaim mengalami kebutaan permanen akibat serangan tersebut, Agus kini menjadi perbincangan hangat setelah mengaku bahwa penglihatannya mulai pulih.
Agus, yang telah diperiksa di Polda Metro Jaya, sebelumnya mengungkapkan bahwa ia divonis buta permanen oleh dokter di Rumah Sakit JEC Eye Hospitals and Clinics. Namun, dalam pernyataan terbaru, Agus dikabarkan mulai dapat melihat bayangan, sebuah kondisi yang dianggap oleh banyak pihak sebagai “mujizat.”
Pengacara Agus, Krisna Murti, menyampaikan bahwa kliennya kini dapat melihat bayang-bayang, setelah menjalani proses pengobatan. “Alhamdulillah, Agus sudah semakin membaik dan mulai bisa melihat sedikit,” ungkapnya. Momen ini pun sempat diabadikan dalam video yang menunjukkan Agus membuka perban dan kacamata, serta melakukan tes visual sederhana dengan mengenali benda-benda di sekitarnya.
Namun, mantan anggota tim kuasa hukum Agus, Jaenudin, menyatakan adanya kejanggalan. Ia mengungkap bahwa Agus sepertinya sudah bisa melihat sejak awal Oktober, ketika keduanya melakukan video call dengan Farhat Abbas, pengacara baru Agus. Jaenudin mengklaim bahwa Agus sempat memperhatikan Farhat dengan jelas, mengindikasikan bahwa kondisi matanya mungkin tidak seburuk yang dinyatakan sebelumnya.
Perseteruan antara Agus dan Pratiwi Noviyanthi pun tidak kunjung reda. Keduanya sebelumnya terlibat dalam pengumpulan donasi untuk pengobatan Agus, yang berhasil mengumpulkan dana hingga Rp 1,5 miliar. Namun, Agus kini melaporkan Novi atas dugaan penyalahgunaan dana donasi tersebut, yang sempat menjadi sorotan publik.
Denny Sumargo, yang menjadi host podcast yang menghadirkan Agus dan Pratiwi, juga menjadi sorotan setelah mengungkapkan kekesalan terhadap situasi yang berkembang. Ia dituduh memicu polemik ini dengan dukungannya kepada Pratiwi. Farhat Abbas, kuasa hukum Agus, mengkritik Denny dan menantangnya untuk berbicara langsung jika merasa tidak puas.
Ketegangan semakin memuncak ketika Jaenudin, yang mengundurkan diri dari tim kuasa hukum Agus, mengungkap bahwa seharusnya Agus masih bisa diobati. Ia juga menyatakan keprihatinan bahwa Agus mungkin hanya melakukan “prank” terkait kebutaannya, sebuah klaim yang semakin memperkeruh situasi.
Dengan semakin banyaknya informasi yang beredar, publik pun bertanya-tanya tentang kebenaran di balik kondisi Agus Salim. Apakah ia benar-benar mengalami kebutaan permanen atau ada yang lebih dalam di balik pengakuan tersebut? Kasus ini terus berkembang, dan pihak kepolisian kini tengah menyelidiki laporan Agus terhadap Pratiwi, serta kejanggalan yang diungkap oleh mantan tim kuasa hukumnya.
Situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya transparansi dalam penggalangan dana, serta dampak besar dari tindakan kekerasan yang bisa berujung pada komplikasi hukum dan sosial. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti perkembangan kasus ini dengan bijak, mengingat banyaknya informasi yang beredar di media sosial dan platform berita.
(N/014)