JAKARTA – Nama besar seorang figur publik ternyata tidak selalu menjamin kehidupan layak bagi keluarga.
Hal ini tergambar dari kisah Aisah (36), putri pesulap legendaris Pak Tarno, yang kini berjuang menghidupi keluarganya dengan berjualan gorengan keliling di kawasan industri Cakung, Jakarta Timur.
Setiap hari, Aisah menyusuri jalanan kawasan industri dengan dagangan gorengan seharga Rp1.500 per buah.
Baca Juga: Sukacita Natal Sekami: Anak-Anak Jadi Garda Terdepan Liturgi dan Kreativitas Ia mengambil gorengan dari warung-warung sekitar, bahkan kerap harus berutang demi bisa tetap berjualan.
Aisah tinggal bersama suaminya, Tarwadi (46), yang bekerja serabutan sebagai pengemudi ojek, serta empat anak mereka: Jofan, Putri, Angga, dan Anggi.
Pendapatan keluarga jauh dari kata cukup, terlebih ketika hasil penjualan gorengan tidak menutup modal.
"Sering kali malah nombok. Dagangan habis, tapi uangnya tidak cukup buat kebutuhan rumah," ujar Aisah dengan nada lirih.
Kondisi tersebut kian berat karena Aisah juga harus menghadapi cibiran dari lingkungan sekitar. Ia kerap mendengar sindiran seperti, "Putri artis kok jualan keliling."
Meski demikian, ia tetap fokus bekerja demi anak-anaknya.
Menurut Aisah, hampir tidak pernah ada keuntungan pasti dari hasil jualannya.
Bahkan, ia nyaris putus asa karena penghasilan yang terus minus. Namun, bersama suaminya, Aisah tetap bertahan, meski harus tinggal di kos-kosan sepetak.
"Saya cuma ingin anak-anak bisa makan dan sekolah," katanya dengan mata berkaca-kaca.