JAKARTA — Stand-up comedy bertajuk Mens Rea yang dibawakan Pandji Pragiwaksono tengah menjadi sorotan publik.
Pertunjukan ini menampilkan kritik tajam terhadap pemerintah yang kini dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Aksi panggung Pandji di Indonesia Arena, yang dihadiri sekitar 10.000 penonton, disebut "tepi jurang" karena berani mengangkat isu-isu sensitif terkait hukum, politik, dan fenomena sosial.
Baca Juga: Indonesia Resmi Punya Kampung Haji di Mekkah, 13 Tower Hotel dan Mal Segera Dibangun! Dalam penutupan pertunjukan, Pandji berkelakar:
"Polisi kita membunuh, tentara kita berpolitik, presiden kita memaafkan koruptor, wakil presiden kita? Gibran!"
Materi Mens Rea mengangkat berbagai isu, mulai dari pendidikan politik, kinerja aparat hukum, hingga dugaan praktik pencucian uang yang melibatkan beberapa tokoh publik.
Pandji juga menyinggung Irjen Pol Teddy Minahasa, Raffi Ahmad, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dengan gaya satir yang mengundang gelak tawa penonton.
"Ini bentuk edukasi politik lewat komedi. Tujuannya agar masyarakat lebih paham dan kritis dalam demokrasi," kata Pandji sebelum tur dimulai pada April 2025.
Tur Mens Rea digelar di 20 kota, termasuk Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Medan, sebelum puncaknya di Jakarta.
Reaksi publik beragam. Sebagian memuji keberanian Pandji, namun tidak sedikit yang menganggap materi tersebut terlalu frontal.
Dosen komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menekankan kritik semacam ini wajar dalam demokrasi dan menjadi "oksigen" bagi pemerintah untuk tetap mawas diri.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, menilai pertunjukan Pandji tetap merupakan hiburan.