Bos BTS Bang Si Hyuk Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Manipulasi IPO HYBE?

- Rabu, 10 September 2025 19:58 WIB
Chairman HYBE Corporation, Bang Si Hyuk (kiri) & boy band korea BTS (kanan) (foto : canva/bitv/allkpop)

SEOUL — Chairman HYBE Corporation, Bang Si Hyuk, dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh Unit Investigasi Metropolitan Badan Kepolisian Metropolitan Seoul pada 15 September 2025, terkait dugaan penipuan dalam proses initial public offering (IPO) HYBE beberapa tahun silam.

Ini menjadi pemeriksaan hukum pertama secara langsung terhadap pendiri agensi besar yang menaungi boy group global BTS tersebut. Bang diduga melanggar Undang-Undang Pasar Modal Korea Selatan, dengan memberikan pernyataan menyesatkan kepada investor pada tahun 2019, menjelang IPO HYBE.

"Bang Si Hyuk saat itu menyatakan tidak ada rencana IPO kepada investor," tulis laporan dari Allkpop, dikutip Rabu (10/9/2025).

Dugaan Keuntungan Ilegal hingga Rp 2,2 Triliun

Akibat pernyataan tersebut, sejumlah investor menjual saham mereka kepada perusahaan bertujuan khusus (Special Purpose Company/SPC) yang dibentuk oleh private equity fund (PEF) dan didanai oleh para eksekutif HYBE sendiri.

Namun, dalam waktu yang hampir bersamaan, HYBE justru telah mengajukan dokumen pra-IPO, termasuk permohonan auditor yang ditunjuk, sebagai bagian dari proses menuju pencatatan saham publik.

Setelah IPO berjalan, Bang Si Hyuk disebut menerima 30% dari keuntungan penjualan PEF, yang membuatnya diduga meraup keuntungan ilegal sebesar 190 miliar won atau setara Rp 2,2 triliun.

Polisi dan Otoritas Keuangan Bergerak

Kasus ini mencuat setelah penggerebekan dilakukan terhadap kantor pusat HYBE pada Juli 2025. Sejak itu, otoritas keuangan Korea Selatan mengajukan pengaduan resmi ke kejaksaan, yang kemudian menyerahkan perkara ini ke Divisi Investigasi Kejahatan Keuangan dan Sekuritas Kejaksaan Distrik Selatan Seoul.

Tak hanya itu, Layanan Pajak Nasional Korea juga dilaporkan memulai audit khusus terhadap HYBE pada bulan yang sama.


Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Entertainment

Ledakan Bom dan Baku Tembak di Pakistan Tewaskan 17 Orang, Polisi dan Warga Sipil Jadi Korban

Entertainment

Hati-hati! Perusahaan Gunakan Logo OJK Tanpa Izin Demi Tawarkan Jasa IPO