BAYANGKARA.CO,SURABAYA– Seni Budaya Kethoprak suatu seni budaya dipentaskanPara Pemain Kethoprak dan Penyemangatnya tak lain adalah mantan pemain srimulatKethoprak Dibuka dengan Tari Gambyong, pergelaran Seni Kethoprak tadi malam berlangsung meriah dengan tampilan seniman-seniman muda yang berkolaborasi dengan para seniornya.
Pertunjukan yang berlangsung sekitar 3 jam itu sanggup memukau ratusan penonton yang memadati gedung Balai Budaya Surabaya tadi malam. Minggu, (12 /2/2023).
Mengambil lakon Cindelaras yang merupakan legenda masyarakat Kediri, para seniman muda berkolaborasi cantik dalam wadah Paguyuban Seni Kethoprak Mekar Budaya di bawah pimpinan Ki Suharto, SH.
Tampak di deretan depan bangku penonton , Ki Bagong Sabdo Sinukarto, ketua Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur, Ki Agung Setiyono budayawan dari Pasuruan dan juga Ki Soang Iswandi seniman Kethoprak dari Jogja.
Kepada wartawan, mengatakan sangat apresiasi sekali dengan keterlibatan anak muda Surabaya yang mau tampil total dalam sebuah gelaran seni tradisional di tengah hiruk pikuk dan gemerlapnya Kota Surabaya.
“Salut, melihat penampilan anak muda berkolaborasi dengan seniman senior dalam sebuah pementasan seni tradisi seperti ini, di kota sebesar Surabaya, jangankan ikut main, menontonpun sudah jarang yang mau” ungkapnya.
Sementara itu Soang Iswandi, seniman kawakan yang datang langsung dari Yogjakarta menjelaskan, jika dirinya mengacungi jempol untuk seniman Surabaya yang sudah melakukan upaya regenerasi agar kesenian ini tidak punah dimakan jaman.
Selain menonton, Soang juga sedang melakukan “hunting” berburu pemain yang akan diajak bergabung untuk program TVRI terkait dengan kesenian tradisional.
“Saya acungi jempol kerja keras seniman Surabaya yang berhasil meregenerasi anak muda untuk ikut bermain Kethoprak bahkan Ludruk di Surabaya” ujar mantan pemain Srimulat ini.,
(Fira/Mardi Voece)