TERNATE – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat inovasi serta kapasitas kepemimpinan untuk meningkatkan daya saing di tengah disrupsi digital dan persaingan bisnis yang semakin kompleks. Penguatan tersebut dinilai penting agar UMKM mampu mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperluas akses pasar.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan bertema "The SME's Innopreneur Shifting: Empowering Innopreneur Genome" yang digelar di Ternate, Maluku Utara, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini diikuti aparatur sipil negara (ASN) dan pelaku UMKM dengan menghadirkan Wakil Sekretaris Umum APINDO Aditya Warman serta trainer Tutut Handayani sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, Aditya Warman menjelaskan pentingnya membangun kapasitas innopreneur, yakni kemampuan mengembangkan usaha dengan mengintegrasikan inovasi dan kewirausahaan. Menurutnya, ada empat aspek utama yang perlu diperkuat, yaitu toolset, skillset, mindset, dan mental set.
Baca Juga: Satu Desa Satu Produk, Bupati Batu Bara Pamerkan Potensi Tani dan UMKM di Depan Zulhas Keempat aspek tersebut menjadi fondasi bagi pemimpin usaha untuk menggabungkan kemampuan teknis, keterampilan manajerial, pola pikir inovatif, serta ketangguhan mental dalam menghadapi perubahan.
Aditya menekankan bahwa inovasi tidak cukup hanya dengan memanfaatkan teknologi digital. Inovasi perlu menjadi bagian dari strategi bisnis yang diterapkan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, analisis, pelaksanaan operasional, evaluasi, hingga perbaikan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM lebih adaptif dalam membaca peluang pasar dan menghadapi perubahan kebutuhan konsumen. Dengan pengelolaan usaha yang lebih terarah, inovasi juga dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat posisi bisnis di tengah persaingan.
APINDO menyatakan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pengembangan kompetensi, perluasan akses terhadap pengetahuan, penguatan jejaring bisnis, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Penguatan tersebut diharapkan dapat membantu UMKM memanfaatkan teknologi digital secara lebih optimal, meningkatkan produktivitas, mengembangkan produk maupun layanan inovatif, serta menjangkau pasar yang lebih luas.
Melalui kepemimpinan yang inovatif dan kapabilitas bisnis yang semakin kuat, UMKM Indonesia diharapkan mampu naik kelas dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Pengembangan usaha yang berkelanjutan juga diharapkan membuka peluang kerja serta memperkuat peran UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.* (dh)