JAKARTA — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan tambahan modal dapat mempertimbangkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
Pembiayaan ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan modal kerja maupun mengembangkan bisnis.
KUR BSI menggunakan skema pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.
Baca Juga: Polres Aceh Selatan Ungkap Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi, 640 Liter Disita dan Satu Pria Diamankan Besaran angsuran dan ketentuan pembiayaan perlu dipahami sejak awal agar pelaku usaha dapat menyesuaikannya dengan pendapatan serta arus kas bisnis.
Salah satu plafon pembiayaan yang menjadi perhatian pelaku UMKM adalah Rp200 juta.
Dengan pilihan tenor hingga lima tahun, jangka waktu pembayaran dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial dan hasil penilaian pihak bank.Tabel Angsuran KUR BSI Plafon Rp200 Juta
Berdasarkan simulasi angsuran yang tercantum dalam bahan informasi, berikut perkiraan cicilan pembiayaan sebesar Rp200 juta dengan tenor satu hingga lima tahun.
12 bulan (1 tahun) Rp17.000.000 per bulan24 bulan (2 tahun) Rp8.666.667 per bulan36 bulan (3 tahun) Rp5.888.889 per bulan48 bulan (4 tahun) Rp4.500.000 per bulan60 bulan (5 tahun) Rp3.666.667 per bulan
Angka tersebut merupakan simulasi dan bukan penawaran resmi yang menjamin besaran angsuran bagi setiap pemohon.
Calon nasabah perlu mengonfirmasi tabel angsuran terbaru kepada BSI karena nilai pembayaran dapat bergantung pada skema pembiayaan, ketentuan program, dan hasil persetujuan bank.
Tenor yang lebih panjang membuat angsuran bulanan dalam simulasi terlihat lebih rendah.
Namun, calon nasabah tetap perlu memahami keseluruhan kewajiban pembayaran dan ketentuan akad sebelum mengajukan pembiayaan.