JAKARTA - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI 2026 menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan tambahan modal.
Pinjaman tersebut dapat digunakan untuk mendukung modal kerja maupun investasi produktif sesuai ketentuan program.
Bagi pelaku usaha yang berencana mengajukan pinjaman Rp100 juta, penting untuk mengetahui perkiraan angsuran berdasarkan jangka waktu atau tenor yang dipilih.
Baca Juga: Bareskrim Sikat 9 Perusahaan Sawit Jadi Tersangka Karhutla, 25 Ribu Hektare Lahan Hangus Dengan begitu, calon debitur dapat menyesuaikan cicilan dengan kemampuan keuangan dan arus kas usaha.
Informasi mengenai bunga, persyaratan, dan prosedur pengajuan juga perlu diperiksa sebelum mengajukan pinjaman ke Bank Negara Indonesia (BNI).
Bunga dan Tenor KUR BNI 2026
Informasi yang menjadi acuan dalam artikel ini menyebutkan bunga KUR BNI sebesar 6 persen efektif per tahun atau sekitar 0,5 persen per bulan.
Tenor pinjaman yang dicantumkan berkisar antara 12 hingga 60 bulan, atau satu sampai lima tahun.
Tenor yang lebih panjang dapat membuat cicilan bulanan lebih rendah.
Namun, calon debitur tetap perlu memperhitungkan total pembayaran selama masa pinjaman dan memastikan cicilan tidak mengganggu kebutuhan operasional usaha.
Sebelum mengajukan pinjaman, calon debitur disarankan memeriksa ketentuan KUR BNI 2026 melalui kanal resmi BNI.
Bunga, plafon, tenor, serta persyaratan yang berlaku perlu dikonfirmasi kembali karena dapat bergantung pada ketentuan program dan hasil penilaian bank.