MEDAN – Harga daging ayam potong di tingkat pedagang besar di Sumatera Utara turun dari Rp41.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.
Penurunan harga sebesar Rp3.000 per kilogram ini berpotensi menjadi salah satu faktor penyumbang deflasi Sumatera Utara pada Oktober 2026.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan penurunan harga tersebut terjadi secara merata di kalangan pedagang besar.
Baca Juga: Bobby Nasution Dorong Perda Khusus Narkoba, Polda Sumut Siapkan Tiga Program Unggulan Kondisi ini diperkirakan akan diikuti penurunan harga di tingkat konsumen.
"Turunnya harga daging ayam terjadi merata di pedagang besar, nantinya akan mendorong pemerataan harga di level konsumen," kata Gunawan, Selasa (13/10/2026).
Menurut Gunawan, penurunan harga daging ayam dipicu oleh meningkatnya pasokan yang berlangsung secara konsisten selama empat minggu terakhir.
Di sisi lain, permintaan konsumen cenderung melemah dalam beberapa waktu terakhir.
Ketika pasokan meningkat sementara permintaan tidak bertambah sebanding, harga komoditas cenderung mengalami tekanan.
Kondisi tersebut turut memengaruhi harga daging ayam di pasaran.
Penurunan harga ini berpotensi menguntungkan konsumen karena masyarakat dapat memperoleh daging ayam dengan harga lebih rendah.
Namun, situasi tersebut juga menjadi tantangan bagi peternak yang harus menghadapi kenaikan biaya produksi.
"Beberapa peternak mengungkapkan, penurunan harga jual karena harga pokok produksi (HPP) sedang berada dalam tren kenaikan," ujarnya.