MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menawarkan potensi budidaya lobster di Kepulauan Nias kepada Jepang sebagai peluang kerja sama investasi. Pengembangan sektor kelautan dan perikanan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sekaligus membuka peluang pemasaran ke luar negeri.
Bobby mengatakan, lobster dari Kepulauan Nias memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Menurutnya, sektor hasil laut dan perikanan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
"Lobster di Kepulauan Nias cukup banyak peminatnya. Karena itu, jika memungkinkan, kita bisa berdiskusi langsung di lapangan untuk melihat bagaimana potensi yang ada di sana," kata Bobby dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga: Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Pengukuhan Kepala BI Sumut, Dorong Penguatan Ekonomi Daerah Ia berharap potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan Jepang sehingga sektor kelautan dan perikanan di Sumut mampu tumbuh lebih besar.
Selain menawarkan peluang budidaya lobster, Bobby juga mendorong kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja Sumut agar dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang.
"Kami berharap kerja sama untuk pengembangan SDM bisa terus meningkat seiring dengan kebutuhan dari Negara Jepang, di mana Sumatera Utara terus mengembangkan potensi atau meningkatkan kemampuan pekerja kita. Dan bagaimana langkah ini juga menjadi prioritas bagi Jepang," ujarnya.
Bobby berharap kerja sama kedua pihak dapat memperluas kesempatan bagi tenaga kerja asal Sumut untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang nantinya dapat dimanfaatkan setelah kembali ke Indonesia.
Jepang Tertarik pada SDM, Lingkungan, dan Teknologi PertanianSecara terpisah, Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, menyampaikan apresiasi terhadap upaya pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Furugori menyebut sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama antara Jepang dan Sumut, antara lain pengembangan SDM, lingkungan, sumber daya energi, serta teknologi pertanian.
Menurutnya, pengalaman warga Indonesia yang bekerja di Jepang dapat menjadi bekal untuk meningkatkan keterampilan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh setelah kembali ke Tanah Air.
Selain pengembangan tenaga kerja, Jepang juga memiliki teknologi pengolahan limbah industri dan teknologi pertanian yang berpotensi mendukung peningkatan produktivitas di Sumatera Utara.
"Untuk pengembangan SDM, warga Indonesia yang bekerja di Jepang bisa membawa pengalamannya bekerja untuk bisa diterapkan di Indonesia. Juga ada teknologi pengolahan limbah industri. Termasuk teknologi pertanian sehingga bisa meningkatkan produksi," kata Furugori.