BANDA ACEH - Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo menghadiri pembukaan Aceh Economic Development Forum (AEDF) 2026 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Selasa (6/10/2026). Forum tersebut mengusung tema "Accelerating Investment and New Industrial Era in Aceh".
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan kehadiran Wakapolda dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di Aceh.
Menurut Joko, kondisi keamanan memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi. Masyarakat yang merasa aman dinilai dapat mendorong dunia usaha mendapatkan kepastian sehingga kegiatan ekonomi berjalan lebih nyaman dan berkelanjutan.
Baca Juga: Adu Fisik & Bela Diri demi Tiket PAG 2026, 97 Personel Polda Aceh Diuji: Cuma Ada 1 Polwan "Ekonomi akan tumbuh ketika masyarakat merasa aman, dunia usaha mendapatkan kepastian, dan semua pihak memiliki kepercayaan untuk bergerak. Di situlah Polri mengambil peran, yaitu menjaga keamanan sekaligus membangun kepercayaan bersama masyarakat," ujar Joko dalam keterangannya.
Joko menegaskan keterlibatan Polri dalam pembangunan ekonomi bukan untuk mencampuri aktivitas usaha. Peran kepolisian, kata dia, lebih pada memastikan lingkungan sosial dan dunia usaha tetap aman, tertib serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.
"Polri ingin menjadi bagian dari ekosistem pembangunan. Kami membuka ruang komunikasi dan membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat. Dengan kolaborasi ini, berbagai potensi Aceh dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas," katanya.
Joko mengatakan Polda Aceh akan terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus memperkuat komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.
"Keamanan bukan sekadar hadir ketika terjadi persoalan. Keamanan harus dirasakan masyarakat setiap hari," tegasnya.
Joko berharap AEDF 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan dan kepentingan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya kerja sama serta langkah nyata untuk mempercepat pembangunan ekonomi Aceh.