Rupiah Ditutup Melemah 35 Poin ke Rp17.917 per Dolar AS di Tengah Sentimen Geopolitik

Nurul - Senin, 05 Oktober 2026 18:55 WIB
ilustrasi - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 35 poin atau sekitar 0,20 persen ke level Rp17.917 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (5/10/2026). (Foto: Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

JAKARTA- Nilai tukar rupiah ditutup melemah 35 poin atau sekitar 0,20 persen ke level Rp17.917 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (5/10/2026). Pelemahan rupiah dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal dan domestik.

Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan salah satu tekanan datang dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi disebut berencana meluncurkan operasi militer untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok Houthi.

"Sebelumnya, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran menyatakan telah meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke fasilitas Saudi Aramco di Riyadh dan wilayah Khurais," tulis Ibrahim dalam risetnya, Senin (5/10/2026).

Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Melemah ke Level Rp 17.945 pada Jumat Pagi

Arab Saudi disebut belum mengonfirmasi serangan tersebut. Kondisi itu kemudian menimbulkan kekhawatiran terhadap produksi minyak di salah satu negara eksportir utama kawasan Timur Tengah.

Sentimen geopolitik juga muncul dari perkembangan politik di Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump disebut kembali melontarkan kritik terhadap Partai Demokrat dalam sebuah rapat umum di Ohio.

Pada pekan ini, pelaku pasar akan mencermati sejumlah agenda ekonomi AS, mulai dari data ISM Services PMI, data ketenagakerjaan mingguan, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) hingga data sentimen konsumen University of Michigan.

Dari dalam negeri, Ibrahim menyebut gejolak konflik Timur Tengah turut berdampak terhadap pasokan impor bahan bakar Indonesia. Menurutnya, Indonesia kehilangan sekitar 25 persen sumber pasokan impor BBM sehingga pemerintah perlu mencari sumber minyak alternatif dari negara lain.

Pemerintah bersama Pertamina kemudian melakukan pencarian langsung ke negara-negara yang memiliki kelebihan stok BBM untuk menjaga ketahanan pasokan nasional. Langkah tersebut dilakukan karena mekanisme pengadaan melalui lelang menghadapi kendala akibat minimnya peserta.

Pengadaan melalui sumber alternatif berpotensi membuat harga BBM yang diperoleh menjadi lebih tinggi dibandingkan mekanisme normal. Namun, strategi tersebut dinilai diperlukan untuk memastikan ketersediaan BBM di tengah ketidakpastian pasokan global.

Ibrahim menyebut pemerintah memiliki dua prioritas dalam kondisi tersebut, yakni menjaga harga BBM bersubsidi agar tetap stabil serta mempertahankan ketahanan stok BBM nasional pada level 18-20 hari.

Menurutnya, antrean BBM di sejumlah daerah tidak selalu menunjukkan persoalan pada ketahanan stok nasional. Gangguan distribusi di lapangan dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya antrean.

Salah satu faktor yang disebut berpotensi mengganggu distribusi adalah kondisi El Nino. Sungai yang mengering dapat membuat pengiriman BBM melalui jalur air terganggu sehingga distribusi harus dialihkan menggunakan kendaraan darat.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Melemah ke Level Rp 17.945 pada Jumat Pagi

Ekonomi

IHSG Terkoreksi ke Bawah Level 6.000 pada Jumat Pagi, 362 Saham Melemah

Ekonomi

Rupiah Kembali Melemah Dekati Level Rp 18.000 per Dolar AS Hari Ini

Ekonomi

Buka Perdagangan Oktober 2026, IHSG Bolak-balik Hijau-Merah Pagi Ini

Ekonomi

Lepas dari Rp18.000, Rupiah Pagi Ini Menguat ke Rp17.910

Ekonomi

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Mengapa Intervensi BI Belum Mampu Redam Badai Global?