JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis pada awal perdagangan pekan ini, Senin, 5 Oktober 2026.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah perhatian pasar terhadap rencana pelepasan cadangan minyak oleh negara-negara G7.
Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah berada di level Rp17.889 per dolar AS.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat 0,71 Persen: Saham BBCA, BBRI dan TLKM Kompak Naik! Posisi tersebut melemah 7 poin atau 0,04 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah pada pembukaan perdagangan sejalan dengan kondisi pasar valuta asing di kawasan Asia yang bergerak bervariasi.
Sejumlah mata uang Asia menguat terhadap dolar AS, sementara sebagian lainnya masih mengalami tekanan.
Rupee India tercatat mengalami pelemahan paling dalam, yakni 0,50 persen.
Selanjutnya, won Korea Selatan melemah 0,23 persen, dolar Singapura turun 0,12 persen, baht Thailand melemah 0,02 persen, dan peso Filipina turun tipis 0,01 persen.
Di sisi lain, dolar Taiwan mencatat penguatan terbesar terhadap dolar AS, yakni 0,26 persen.
Yen Jepang menguat 0,16 persen, yuan Cina naik 0,02 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Sementara itu, ringgit Malaysia terhadap dolar AS cenderung stagnan.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pergerakan rupiah pada perdagangan Senin cenderung berada dalam fase konsolidasi.