MEDAN – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumatera Utara memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat berdasarkan desil kesejahteraan, mulai dari Desil 1 hingga Desil 10.
Pemetaan tersebut menggambarkan kondisi masyarakat berdasarkan tingkat pendapatan serta jumlah kepala keluarga (KK) dan individu yang masuk dalam setiap kelompok kesejahteraan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Adi Putra Parlaungan Pasaribu, mengatakan data desil menjadi salah satu instrumen penting untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih terukur.
Baca Juga: Asahan Usulkan Desa Hessa Perlompongan Jadi Kampung Kreatif Sumut Berkah 2026, Ini Potensinya "Desil ini menggambarkan kondisi masyarakat berdasarkan tingkat pendapatan. Jadi, kita bisa melihat kelompok masyarakat yang masuk kategori sangat miskin, miskin, rentan miskin, menengah bawah, menengah, sampai menengah atas," kata Adi saat memberikan keterangannya di kantor Gubernur Sumut, Jumat (2/9/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan Dinsos Sumut, masyarakat yang berada pada Desil 1 masuk dalam kategori sangat miskin.
Kelompok ini tercatat memiliki pendapatan sekitar di bawah Rp800 ribu per bulan. Jumlahnya mencapai 437.761 KK dengan total 1.697.184 individu.
Sementara Desil 2 masuk dalam kategori miskin. Kelompok ini terdiri atas 476.977 KK dengan jumlah individu mencapai 1.804.871 orang.
Adapun Desil 3 dikategorikan sebagai kelompok rentan miskin. Jumlahnya mencapai 499.243 KK dengan total 1.765.523 individu.
"Data ini penting karena kondisi masyarakat tidak semuanya sama. Ada yang berada pada kelompok sangat miskin, miskin, rentan miskin, dan ada juga yang sudah berada pada kelompok menengah. Karena itu, penanganannya juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing," ujar Adi Putra.
Untuk Desil 4, Dinsos Sumut mencatat 478.197 KK atau sekitar 1.585.272 individu. Kelompok ini masuk dalam kategori menengah bawah.
Kemudian Desil 5 tercatat sebanyak 615.357 KK dengan jumlah individu mencapai 2.025.459 orang.
Kelompok tersebut dikategorikan sebagai masyarakat dengan tingkat kesejahteraan menengah.