JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh level Rp18.000 per USD pada pembukaan perdagangan Selasa (29/9/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 22 poin atau 0,12 persen dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.978 per USD.
Hingga pukul 09.22 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp18.000 per USD. Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp17.960 per USD pada waktu yang sama.
Analis mata uang Ibrahim Assuabi memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Baca Juga: Siap-siap! PLN Padamkan Listrik 6 Jam Hari Ini di Medan, Cek 4 Lokasi Terdampak "Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.900 per USD hingga Rp17.950 per USD," ujar Ibrahim dalam analisis hariannya.
Menurut Ibrahim, pergerakan rupiah salah satunya dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya kondisi Selat Hormuz.
Situasi Selat Hormuz Jadi Perhatian
Ibrahim mengatakan pasar masih mencermati sikap Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran disebut mengajukan sejumlah syarat, termasuk pencabutan blokade angkatan laut, pelonggaran tekanan militer, penghapusan sanksi terhadap penjualan minyak serta persetujuan gencatan senjata.
Iran disebut menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari sembari melanjutkan negosiasi yang lebih luas. Namun, usulan tersebut disebut telah ditolak Presiden AS Donald Trump.
Di sisi lain, laporan Axios menyebut Trump memperkirakan negosiasi dengan pihak terkait akan kembali berlangsung pada pekan ini. Qatar juga disebut terus berperan sebagai mediator dalam upaya menghidupkan kembali perundingan.
Ketegangan di sekitar Selat Hormuz turut menjadi perhatian pasar setelah sebuah rudal jelajah antikapal Iran dilaporkan menghantam kapal yang dioperasikan Korps Marinir AS. Delapan anggota Marinir AS disebut mengalami luka, meski tidak mengalami cedera serius.
Kekhawatiran terhadap pasokan energi juga meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman disebut meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal komersial di Laut Merah.
Data Ekonomi AS DitungguSelain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah agenda ekonomi Amerika Serikat sepanjang pekan ini.