JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 25 September 2026.
Rupiah turun 0,15 persen ke level Rp17.928 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan berlanjut tak lama setelah perdagangan dibuka.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat 0,28 Persen ke Level 6.316, Saham AMRT dan CUAN Naik Pada pukul 09.07 WIB, rupiah tercatat melemah 0,19 persen ke Rp17.935 per dolar AS.
Namun, tekanan terhadap rupiah mulai berkurang setelah otoritas moneter melakukan intervensi di pasar.
Pada pukul 09.16 WIB, pelemahan rupiah menyusut menjadi 0,11 persen.
Pergerakan rupiah berlangsung di tengah tekanan eksternal terhadap pasar keuangan domestik.
Dua faktor yang menjadi perhatian adalah kenaikan yield US Treasury dan harga minyak yang masih berada di level tinggi.
Yield US Treasury tenor 10 tahun kembali meningkat 7,8 basis poin menjadi 5,19 persen.
Kenaikan tersebut membuat aset berdenominasi dolar AS menjadi lebih menarik dan memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Di pasar komoditas, harga minyak Brent masih berada di sekitar US$105 per barel meski telah terkoreksi 0,52 persen.
Harga minyak yang masih tinggi berpotensi menjaga tekanan inflasi global. Kondisi tersebut juga dapat membatasi ruang penguatan rupiah.