JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Kamis, 24 September 2026.
Pelemahan rupiah terjadi ketika indeks dolar AS atau greenback tercatat menguat.
Berdasarkan data pasar, rupiah dibuka turun 43 poin atau 0,24 persen ke level Rp17.861 per dolar AS.
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah 0,46% ke 6.345, BUMI hingga ANTM Masuk Zona Merah Pada saat yang sama, indeks dolar AS menguat 0,03 persen ke level 101,13.
Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia.
Won Korea melemah 0,39 persen, sedangkan yuan China terdepresiasi 0,10 persen.
Ringgit Malaysia dan baht Thailand juga masing-masing melemah 0,25 persen dan 0,17 persen terhadap dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif, tetapi masih memiliki risiko melemah pada perdagangan hari ini.
Menurut Ibrahim, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.810 hingga Rp17.860 per dolar AS.
Pergerakan tersebut berlangsung di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.
Ibrahim menjelaskan penguatan indeks dolar AS didorong oleh pernyataan hawkish dari sejumlah pejabat The Fed.
Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin diperlukan untuk menekan inflasi menuju target 2 persen.