JAKARTA — Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menjadi salah satu pilihan pembiayaan yang banyak dicari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menambah modal usaha.
Bagi calon debitur, tabel angsuran KUR BRI dapat digunakan sebagai gambaran untuk memperkirakan besaran cicilan berdasarkan jumlah pinjaman dan jangka waktu atau tenor yang dipilih.
Salah satu nominal yang banyak diperhitungkan adalah pinjaman KUR BRI sebesar Rp100 juta.
Baca Juga: Sembunyikan 21,55 Gram Sabu di Tiang Ranjang dan Jok Motor, Pria di Siantar Diciduk Polisi Dengan mengetahui simulasi angsuran, pelaku UMKM dapat menyesuaikan jumlah pinjaman dengan kemampuan membayar setiap bulan.
Berdasarkan informasi dalam simulasi yang beredar, bunga KUR BRI 2026 disebut sekitar 6 persen per tahun sesuai ketentuan pemerintah.
Namun, besaran cicilan yang sebenarnya dapat mengikuti hasil analisis dan ketentuan bank saat pengajuan.
Syarat Pengajuan KUR BRI 2026
Sejumlah dokumen dan persyaratan yang tercantum dalam informasi pengajuan KUR BRI 2026 antara lain:
- Kartu Keluarga (KK).- Kartu Tanda Penduduk (KTP).- Berusia minimal sesuai ketentuan jenis KUR yang diajukan.- Akta nikah bagi yang sudah menikah.- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk pinjaman lebih dari Rp50 juta.- Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha dari kelurahan/RT/RW.- Memiliki usaha yang telah berjalan minimal enam bulan.- Tidak sedang menerima kredit dari bank lain, kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit.
Calon debitur tetap perlu memastikan persyaratan terbaru langsung kepada BRI karena ketentuan pengajuan dapat berubah sesuai kebijakan yang berlaku.Cara Mengajukan KUR BRI 2026
Pengajuan KUR BRI dapat dilakukan melalui kantor cabang BRI maupun secara daring apabila kanal pengajuan tersebut tersedia.
Untuk pengajuan secara langsung, calon debitur dapat membawa dokumen persyaratan dan menyampaikannya kepada petugas BRI.