JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, 22 September 2026.
Pergerakan rupiah berlangsung di tengah sikap pasar yang cenderung menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan pada Rabu, 23 September 2026.
Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah melemah 0,22 persen atau turun 40 poin ke level Rp17.887 per dolar AS.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat 0,35 Persen ke 6.406,81, BBRI hingga PGAS Justru Melemah Pelemahan tersebut membuat rupiah menjadi mata uang yang mengalami koreksi paling dalam di kawasan Asia pada awal perdagangan.
Yen Jepang melemah 0,10 persen terhadap dolar AS.
Yuan Cina turun 0,03 persen, baht Thailand melemah 0,02 persen, sedangkan dolar Singapura turun 0,02 persen.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru menguat. Won Korea Selatan menguat 1,04 persen terhadap dolar AS.
Dolar Taiwan juga naik 0,20 persen, peso Filipina menguat 0,12 persen, rupee India naik 0,06 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,01 persen.
Sementara dolar Hong Kong cenderung stagnan.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
Tekanan terhadap rupiah salah satunya berasal dari pernyataan hawkish pejabat bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, Austan Goolsbee.
Pernyataan tersebut meningkatkan ekspektasi pasar bahwa suku bunga acuan Amerika Serikat akan tetap berada pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama atau higher for longer.