MEDAN- Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara menerima tambahan 4.434 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari Jawa Timur yang tiba di Pelabuhan Belawan, Medan, Senin (21/9/2026). Tambahan pasokan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan stok beras di Sumatera Utara.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto mengatakan penerimaan pasokan tersebut berjalan bersamaan dengan penyaluran bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Menurut Budi, kondisi stok beras Bulog Sumut saat ini masih aman meski penyaluran bantuan pangan dan operasi pasar terus dilakukan dalam jumlah besar.
Baca Juga: Cuma 40 Menit Tim Macan Belawan Ringkus Begal Bersajam yang Rampok Opang di Martubung "Kami sampaikan bahwa stok Bulog dalam kondisi aman. Kami punya tugas juga melaksanakan bantuan pangan jumlahnya 52.000 ton sampai dengan Desember nanti. SPHP juga targetnya kami naikkan dari 8.000 ton menjadi 10.000 ton. Intinya, kondisi pasokan beras di Sumut ini dalam kondisi aman dan sudah dipasok juga dari wilayah lain seperti dari DKI Jakarta dan Jawa Timur," ujar Budi.
Budi merinci stok beras di gudang Bulog Sumut tercatat 41.235 ton sebelum penyaluran bantuan pangan dilanjutkan.
Sementara penyaluran bantuan pangan untuk September diperkirakan menyerap sekitar 13.000 ton beras. Karena itu, Bulog menyiapkan skema penambahan pasokan untuk menjaga ketersediaan stok di wilayah Sumatera Utara.
Budi menegaskan pasokan dari luar Sumut didatangkan bukan karena terjadi kekurangan beras secara mendadak. Penambahan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap tingginya volume penyaluran bantuan pangan dan program stabilisasi harga.
"Sebetulnya tidak ada kendala, karena kita sendiri hari ini juga masih terus melakukan pengadaan. Ini artinya stok Bulog dalam kondisi banyak, dan karena ada peningkatan penyaluran, maka jumlahnya perlu ditambah di wilayah Sumatera Utara," jelas Budi.
Selain dari Jawa Timur, pasokan beras untuk Sumatera Utara juga didukung pengiriman dari DKI Jakarta. Suplai lintas daerah tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan stok di tengah tingginya kebutuhan penyaluran.
Bulog Sumut menargetkan penyaluran bantuan pangan sebesar 52.000 ton dapat dilakukan hingga Desember 2026. Sementara target program SPHP juga dinaikkan dari sebelumnya 8.000 ton menjadi 10.000 ton.
Dengan tambahan pasokan tersebut, Bulog Sumut menyatakan akan terus menjaga ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung stabilitas harga beras di tingkat lokal hingga akhir tahun.* (dh)