MEDAN- Harga masker pelindung pernapasan di sejumlah tempat dan apotek di Kota Medan mengalami kenaikan. Pedagang menyebut peningkatan permintaan masyarakat menjadi salah satu penyebab harga masker naik setelah erupsi yang membuat asap disebut telah sampai ke wilayah Medan.
Di kawasan Jalan Asam Kumbang, harga masker yang sebelumnya sekitar Rp20 ribu per kotak kini dijual Rp28 ribu per kotak.
Pedagang masker di kawasan tersebut, Ina, mengatakan kenaikan harga terjadi karena permintaan masyarakat meningkat.
Baca Juga: Tembus 71 Persen, Bulog Kebut Penyaluran Beras Gratis 30 Kg di Medan Selesai Akhir September "Harganya naik karena banyak permintaan. Karena erupsi kemarin itu, asapnya kan sudah sampai ke Medan, makanya banyak yang cari," kata Ina, Senin (21/9/2026).
Selain harga yang naik, stok masker di pasaran juga mulai berkurang. Tingginya permintaan membuat persediaan yang biasanya mencapai ratusan kotak kini tersisa lebih sedikit.
"Biasanya masih ada sekitar ratusan kotak sebagai stok, tapi karena masyarakat banyak yang cari, jadi sisa 100 hingga 200 kotak. Untuk harga masker anak-anak juga sama," ucapnya.
Menurut informasi yang dihimpun, masyarakat membeli masker dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Pembelian tidak hanya satu atau dua kotak, tetapi beberapa kotak sekaligus.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang harus menyesuaikan stok dengan meningkatnya permintaan konsumen.
Kenaikan harga dan berkurangnya stok masker ini terjadi di tengah perhatian masyarakat terhadap kondisi udara setelah erupsi. Masker pelindung pernapasan menjadi salah satu barang yang banyak dicari warga.* (mi/dh)