JAKARTA - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah pada perdagangan Kamis (17/9/2026) setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya. Dolar AS berada di level Rp17.749 atau menguat 53 poin (0,30%).
Mengutip data Bloomberg, dolar AS pada pukul 09.50 WIB berada di level Rp17.749. Penguatan dolar terjadi setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 16 September 2026.
The Fed menaikkan target suku bunga federal funds ke kisaran 3,75%-4%. Keputusan tersebut disetujui secara bulat oleh 12 anggota Federal Open Market Committee (FOMC).
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.490 di Tengah Bervariasinya Pergerakan Bursa Asia Kenaikan tersebut menjadi yang pertama dilakukan The Fed sejak 2023. Bank sentral AS juga memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga lanjutan masih terbuka apabila diperlukan untuk mengendalikan inflasi.
Setelah keputusan tersebut, dolar AS bergerak bervariasi terhadap sejumlah mata uang dunia. Dolar AS tercatat melemah 0,15% terhadap dolar Australia, tetapi menguat 0,06% terhadap euro.
Terhadap dolar Singapura, dolar AS melemah 0,02%. Sementara terhadap yuan China, dolar AS menguat 0,02%.
Dolar AS juga melemah tipis 0,01% terhadap yen Jepang. Sementara terhadap baht Thailand, dolar AS menguat 0,15% dan terhadap ringgit Malaysia menguat 0,53%.
Penguatan dolar AS turut tercermin dari indeks dolar yang naik ke level tertinggi dalam beberapa pekan setelah keputusan The Fed. Pasar merespons kebijakan tersebut dengan meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS masih dapat mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Dalam pernyataannya, The Fed menyebut inflasi masih berada pada level tinggi. Bank sentral AS mengatakan kebijakan kenaikan suku bunga tersebut ditujukan untuk mendukung kembalinya inflasi menuju target 2%.
Penguatan dolar AS kemudian menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pasar keuangan Indonesia. Pergerakan dolar terhadap rupiah akan terus dicermati seiring respons pasar terhadap kebijakan moneter AS dan perkembangan ekonomi global.* (d/dh)