JAKARTA — Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu pilihan pembiayaan yang banyak dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menambah modal usaha.
Berbeda dengan bank konvensional yang menggunakan sistem bunga, Bank Syariah Indonesia (BSI) menawarkan KUR berdasarkan prinsip syariah.
Melalui KUR BSI, pelaku UMKM dapat memperoleh akses permodalan dengan mekanisme pembiayaan yang menggunakan akad syariah.
Baca Juga: AHY Bicara Kekuasaan Tak Selamanya, Golkar: Sinyal Siap Maju Pilpres 2029 Lantas, apakah KUR BSI benar-benar bebas riba?
KUR BSI Menggunakan Akad Syariah
Dalam pembiayaannya, BSI menggunakan akad syariah yang berbeda dari sistem kredit berbunga.
Dua akad yang digunakan antara lain murabahah dan ijarah.
1. Murabahah atau Jual Beli
Murabahah merupakan akad jual beli.
Dalam skema ini, BSI membeli barang atau kebutuhan usaha yang diperlukan nasabah, kemudian menjualnya kembali dengan margin keuntungan yang telah disepakati sejak awal akad.
Dengan demikian, kewajiban pembayaran nasabah ditentukan berdasarkan harga jual dan margin yang telah disepakati dalam akad.
2. Ijarah atau Sewa