JAKARTA — Skema pinjaman dan tabel angsuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI 2026 untuk plafon Rp500 juta menjadi salah satu informasi yang penting diketahui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebelum mengajukan pembiayaan.
Program KUR merupakan fasilitas pembiayaan yang disediakan pemerintah melalui perbankan untuk membantu pelaku UMKM memperoleh akses permodalan.
Salah satu bank yang menyalurkan program tersebut adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.
Baca Juga: Delegasi Indonesia-Malaysia-Thailand Tiba di Medan, PTM IMT-GT ke-32 Segera Digelar KUR BNI dapat digunakan untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi produktif.
Dengan adanya fasilitas tersebut, pelaku usaha memiliki pilihan pembiayaan untuk mengembangkan bisnis sesuai kebutuhan dan kemampuan pembayaran.
Dalam informasi yang tercantum pada materi pengajuan KUR BNI, suku bunga disebut sebesar 6 persen efektif per tahun atau sekitar 0,5 persen per bulan.
Tenor pinjaman juga tersedia dalam jangka waktu tertentu hingga 60 bulan atau lima tahun, tergantung jenis dan ketentuan kredit yang berlaku.
Sebelum mengajukan pinjaman, calon debitur perlu menghitung kemampuan keuangan usaha.
Hal ini penting agar besarnya cicilan setiap bulan tidak mengganggu arus kas bisnis.Syarat Pengajuan KUR BNI 2026
Berdasarkan informasi yang dicantumkan pada laman resmi BNI Experience, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon debitur KUR BNI.
Persyaratan tersebut antara lain:
- Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.- Usaha telah berjalan minimal enam bulan.- Fotokopi e-KTP dan Kartu Keluarga (KK).- Fotokopi surat nikah bagi yang telah menikah.- Surat izin usaha berupa NIB atau surat keterangan usaha lainnya yang diterbitkan pejabat berwenang.- Fotokopi dokumen agunan untuk pengajuan kredit di atas Rp100 juta.- NPWP untuk pengajuan kredit lebih dari Rp50 juta.- Tidak sedang menerima kredit produktif dan kredit program di luar KUR dari perbankan atau lembaga pembiayaan.