JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan swasembada pangan merupakan bagian penting dari kedaulatan dan kemajuan suatu negara.
Menurut Zulhas, negara tidak akan bisa maju apabila tidak memiliki kemampuan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
"Tidak ada negara yang maju tanpa swasembada. Oleh karena itu, Pak Prabowo mengatakan swasembada itu kehormatan," kata Zulhas di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Baca Juga: Kurir Online Tunadaksa di Medan Kaget Masuk Desil 6-10: Motor Pinjaman, Tinggal Menumpang Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat meluncurkan buku Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul yang ditulis bersama Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan.
Zulhas mengatakan persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan di meja makan.
Menurut dia, sektor pangan juga menyangkut kehidupan petani, nelayan, dan peternak sebagai produsen pangan.
Buku tersebut, kata Zulhas, ditulis untuk membuat persoalan pangan yang kompleks lebih mudah dipahami masyarakat.
Pembahasannya mencakup kebijakan pangan, kedaulatan pangan, hingga kaitannya dengan masa depan bangsa.
"Tidak hanya makan itu sekadar nasi di piring, lauk di piring. Tapi kita akan mulai memahami betapa penting soal makan. Karena itu akan menyangkut soal kedaulatan, peradaban kita, masa depan kita," ujarnya.
Dalam perkembangan kebijakan pangan nasional, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan.
Delapan komoditas tersebut adalah beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Pemerintah masih menargetkan swasembada pada sejumlah komoditas lainnya.