TANJUNGBALAI - Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Kantor Lurah Sijambi, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut disambut antusias warga yang mengantre untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Fadly didampingi Kepala Dinas Perikanan, Pangan dan Pertanian Muslim, Kabag Perekonomian Rini Diana serta Lurah Sijambi Muhammad Ichsan Prawira. Ia menyapa warga sekaligus memantau langsung proses distribusi bahan pangan dalam kegiatan tersebut.
Fadly mengatakan GPM merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama Perum Bulog Divre Asahan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Baca Juga: Harga Ayam Tembus Rp50 Ribu, Cabai Rawit Rp65 Ribu! Pemko Medan Turun Tangan "Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, kami juga menjaga agar harga di tingkat pedagang tetap stabil sehingga tidak merugikan pelaku usaha," kata Fadly.
Menurutnya, pembelian sejumlah komoditas dibatasi agar distribusi pangan dapat berlangsung merata dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Komoditas yang dibatasi pembeliannya antara lain beras, minyak goreng dan telur.
"Karena itu, pembelian beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng dan telur dibatasi agar distribusinya merata dan bisa dinikmati lebih banyak masyarakat," ujarnya.
Fadly mengatakan pengendalian inflasi menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat. Pelaksanaan GPM juga akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga dan kondisi ekonomi di Kota Tanjungbalai.
"Lokasi pelaksanaan dipusatkan di titik-titik strategis. Ke depan, frekuensi kegiatan akan disesuaikan dengan hasil evaluasi di lapangan terhadap kondisi harga dan inflasi di Kota Tanjungbalai," katanya.
Kehadiran Fadly di lokasi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Fluktuasi harga kebutuhan pokok menjadi salah satu faktor yang terus dipantau pemerintah daerah.
Kepala Dinas Perikanan, Pangan dan Pertanian Tanjungbalai drh Muslim menjelaskan GPM memiliki pola berbeda dengan operasi pasar pada umumnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan lebih intensif untuk menjaga pasokan sekaligus memberikan akses pangan dengan harga lebih murah.
"Program ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar," kata Muslim.
Dalam pelaksanaannya, Pemko Tanjungbalai bekerja sama dengan Perum Bulog Divre Asahan untuk memastikan komoditas yang dibutuhkan masyarakat tersedia.