JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026.
Sentimen dari rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS dan aksi demonstrasi di dalam negeri menjadi perhatian pelaku pasar.
Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah berada di level Rp17.775 per dolar AS.
Baca Juga: Jelang Demo di DPR, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.424 Posisi tersebut melemah sekitar 0,28 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan itu membuat rupiah menjadi salah satu mata uang Asia yang mengalami tekanan cukup besar pada perdagangan pagi ini.
Selain rupiah, peso Filipina melemah 0,08 persen terhadap dolar AS.
Ringgit Malaysia dan baht Thailand masing-masing turun sekitar 0,02 persen. Dolar Hong Kong juga tertekan 0,02 persen.
Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang Asia dengan penguatan terbesar terhadap dolar AS, yakni 0,41 persen.
Penguatan berikutnya dicatat rupee India sebesar 0,35 persen dan dolar Taiwan 0,27 persen.
Dolar Singapura menguat 0,07 persen, sedangkan yen Jepang naik tipis 0,02 persen terhadap dolar AS. Sementara itu, yuan Cina terpantau relatif stabil.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis.
Menurut dia, penguatan dolar AS setelah rilis data inflasi PCE AS menjadi salah satu faktor utama yang membebani rupiah.