BATU BARA — Harga ayam di sejumlah wilayah Kabupaten Batu Bara dilaporkan mengalami kenaikan yang cukup drastis.
Kondisi tersebut mulai dikeluhkan masyarakat, terutama kalangan ibu rumah tangga, pelaku UMKM kuliner, hingga pedagang kecil yang menjadikan ayam sebagai salah satu bahan baku utama dagangan mereka.
Kenaikan harga ayam ini pun memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Bupati Batu Bara Perkuat Sinergi dengan TNI AL, Sambut Kunjungan Dankodaeral Salah satunya mengenai apakah lonjakan harga tersebut berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan ayam untuk memenuhi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di sisi lain, muncul pula dugaan dan kekhawatiran dari masyarakat bahwa kenaikan harga dapat terjadi akibat permainan atau spekulasi di tingkat pedagang besar.
Namun, dugaan tersebut tentunya perlu dibuktikan melalui pengawasan dan pemeriksaan dari instansi terkait agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Pertanyaan lainnya, apakah produksi peternakan ayam saat ini memang belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat?
Jika kondisi tersebut terus berlangsung tanpa solusi, masyarakat kecil tentu menjadi pihak yang paling terdampak.
Program MBG yang digagas pemerintah pada dasarnya diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis bagi anak-anak.
Dengan adanya program tersebut, beban orang tua diharapkan menjadi lebih ringan karena kebutuhan makan anak di sekolah dapat terbantu.
Namun, jika pada saat yang sama harga bahan pangan seperti ayam justru melonjak tajam, masyarakat pun mulai mempertanyakan dampaknya terhadap pengeluaran rumah tangga.
"Kalau seperti ini, ringan di anak, berat di orang tua dong," keluh masyarakat yang merasakan dampak kenaikan harga tersebut.