JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026.
Rupiah naik 0,19 persen atau 34 poin ke level Rp17.689 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan rupiah terjadi setelah pada perdagangan Selasa, 25 Agustus 2026, mata uang Garuda ditutup melemah tipis 2 poin ke level Rp17.723 per dolar AS.
Baca Juga: IHSG Anjlok di Awal Perdagangan, Turun 1,06 Persen ke Level 6.432 Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY melemah 0,01 persen ke level 98,90.
Meski dibuka menguat, Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan kembali melemah pada perdagangan hari ini.
"Mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.730 hingga Rp17.750," kata Ibrahim, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ibrahim mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global.
Salah satunya adalah kembali memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent sebelumnya mengumumkan perluasan sanksi dengan memutus sejumlah jalur ekonomi Iran.
Ia juga menegaskan negara-negara harus memilih antara mempertahankan hubungan bisnis dengan Iran atau menghadapi risiko dikeluarkan dari sistem keuangan berbasis dolar.
Menurut Ibrahim, Amerika Serikat dalam konflik yang berlangsung berkepanjangan tersebut kini lebih banyak mengandalkan tekanan ekonomi.
Langkah tersebut dinilai telah meredakan sebagian kekhawatiran pasar mengenai ancaman terhadap pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah akibat perang.