JAKARTA — Pemerintah menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) secara bertahap.
Proyek tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada 2029.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembangunan PLTS 100 GWp akan dibagi dalam beberapa tahap.
Baca Juga: Pemprov Sumut Salurkan 292 Jaring Insang untuk Nelayan Tanjungbalai, Bantuan Diharapkan Dongkrak Hasil Tangkapan Pemerintah menargetkan pembangunan dilakukan secara bertahap dan terukur.
Menurut Prasetyo, tahap pertama memiliki kapasitas 17 GWp. Pembangunan tahap ini dicanangkan sejak tahun lalu hingga tahun ini.
Tahap berikutnya ditargetkan mencapai 18 GWp dan akan dikerjakan mulai 2026 hingga 2027.
Adapun tahap selanjutnya ditargetkan mencapai 35 GWp dan direncanakan berlangsung pada 2027 hingga 2028.
Setelah tiga tahap tersebut, masih terdapat sekitar 30 GWp kapasitas PLTS yang akan dibangun.
Pemerintah nantinya akan menetapkan kembali tahapan pembangunan untuk kapasitas tersebut.
"Program ini akan dibangun bertahap: Tahap I 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 [35] GWp," kata Prasetyo melalui keterangan tertulis, Selasa, 25 Agustus 2026.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan sekaligus meresmikan groundbreaking program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar pembangunan PLTS 100 GWp dipercepat dan ditargetkan selesai pada 2029.