MEDAN — Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti, mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat melakukan intervensi terhadap harga beras yang mengalami kenaikan di sejumlah pasar.
Harga beras di beberapa pasar di Sumatera Utara disebut telah mencapai Rp17.000 per kilogram.
Rudi menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah agar kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat.
Baca Juga: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan Juara Umum Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan kenaikan harga beras terjadi meski Indonesia dalam kondisi surplus beras.
Menurut dia, terdapat sejumlah faktor yang turut mempengaruhi harga, salah satunya fenomena El Nino.
"Banyak faktor kenaikan harga beras, meski Indonesia saat ini surplus beras, tetapi status elnino saat ini juga mempengaruhi kenaikan harga beras," ujarnya, Jumat, 20 Agustus 2026.
Menurut Rudi, fenomena El Nino dapat mempengaruhi masa panen.
Perubahan masa panen tersebut kemudian berpotensi memengaruhi ketersediaan dan harga beras di pasar.
Karena itu, Rudi menilai intervensi pemerintah diperlukan untuk mengembalikan harga beras ke tingkat yang lebih stabil.
Ia meminta pemerintah tidak menunggu harga semakin tinggi sebelum mengambil langkah.
"Tentunya kita berharap pemerintah harus melakukan intervensi terhadap harga beras, agar masyarakat tidak mengalami persoalan dalam menghadapi kenaikan harga itu," katanya.
Rudi juga mengkhawatirkan kenaikan harga beras dapat memicu inflasi di Sumatera Utara.