BALIKPAPAN — Ketika sebagian besar masyarakat Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ribuan pekerja migas tetap berada di tempat kerja.
Mereka memastikan produksi minyak dan gas bumi berjalan tanpa henti untuk menjaga pasokan energi nasional.
Lebih dari 4.700 pekerja PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), anak perusahaan, dan afiliasinya tetap bertugas di tengah perayaan kemerdekaan.
Baca Juga: Bener Meriah Siapkan Rp28,28 Miliar untuk Perbaikan Infrastruktur Rusak akibat Bencana Mereka bekerja di fasilitas hulu migas yang tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, hingga Jakarta.
Upacara bendera juga digelar di sejumlah fasilitas operasi hulu migas PHI, baik di wilayah darat maupun lepas pantai, pada Senin lalu.
Bagi para pekerja di fasilitas produksi yang beroperasi selama 24 jam, peringatan kemerdekaan menjadi bagian dari rutinitas sekaligus pengingat atas tanggung jawab mereka menjaga aliran energi.
Direktur Utama PHI Muharram Jaya Panguriseng mengatakan semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pekerjaan yang dilakukan setiap hari.
"Bagi pekerja yang berlokasi di lapangan-lapangan migas di Kalimantan, semangat kemerdekaan diwujudkan dengan terus menjalankan tugas dalam kegiatan operasi yang berjalan 24 jam untuk memastikan energi terus mengalir bagi kebutuhan pembangunan dan kemajuan Indonesia," ujar Muharram.
Menurut Muharram, industri hulu migas menghadapi tantangan yang terus berkembang, baik dalam kegiatan operasional maupun bisnis.
Karena itu, kesinambungan produksi membutuhkan investasi dan pengelolaan operasi yang konsisten.
PHI, kata dia, terus memperkuat investasi untuk menjaga produksi migas sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia.
"Kami ingin memastikan setiap barel minyak dan setiap kaki kubik gas yang diproduksikan oleh perusahaan akan memberikan kontribusi bagi ketahanan energi Indonesia serta menghasilkan dampak berganda bagi masyarakat dan pemerintah," katanya.