JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti situasi global saat ini yang tengah menghadapi tekanan ekonomi serta gangguan rantai pasok akibat berbagai konflik dan perang yang berkecamuk di penjuru dunia.
Hal tersebut disampaikannya dalam pidato kenegaraan pada Sidang Bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Di tengah ketidakpastian global tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian dan berdiri di atas kaki sendiri.
Baca Juga: 21 Bulan Memimpin, Prabowo Akui Belum Semua Janji Politik Terpenuhi "Kita mengetahui dunia sedang menghadapi konflik geopolitik, perang dagang, perang terbuka, di Eropa, di Timur Tengah, dan berbagai tempat lain di dunia. Seluruh dunia mengalami gangguan rantai pasok dan tekanan ekonomi," kata Prabowo.
Di tengah situasi penuh tantangan itu, kepala negara mengingatkan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh menggantungkan pasokan dari luar negeri demi mengantisipasi segala kemungkinan terburuk di masa depan.
"Karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek, kita tetap harus survive," ucap dia.
Kendati situasi global tidak menentu, Prabowo mengeklaim bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terjaga dengan baik, yang kemudian berdampak positif pada pertumbuhan investasi di dalam negeri.
Sepanjang tahun 2025 lalu, realisasi investasi tercatat menembus angka fantastis dan mampu menyerap jutaan tenaga kerja baru.
"Alhamdulillah karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada pemerintah, di tengah ketidakpastian global, investasi tetap tumbuh. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp 1.931 triliun. Dan telah menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja," ujar Prabowo.
Tren positif tersebut terus berlanjut hingga pertengahan tahun ini.
Berdasarkan data yang dipaparkan, aliran modal dan investasi di paruh pertama 2026 kembali mencatatkan angka tinggi serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.
"Pada semester pertama 2026 ini saja, realisasi investasi mencapai Rp 1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja," sambung dia.* (km/ad)