JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu (12/8/2026). IHSG naik 105,96 poin atau 1,69 persen ke level 6.373,84.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 452 saham ditutup menguat, sedangkan 175 saham melemah dan 168 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan saham juga cukup tinggi. Total volume transaksi mencapai 34,01 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp17,06 triliun.
Baca Juga: Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.877 Jelang Data Inflasi AS Indeks LQ45 turut menguat 1,28 persen ke level 633,84. Total nilai transaksi bursa tercatat sekitar Rp17,07 triliun dengan volume perdagangan mencapai 34,03 miliar saham dalam sekitar 2,08 juta kali transaksi.
Penguatan IHSG ditopang oleh 10 indeks sektoral yang berakhir di zona hijau. Sektor infrastruktur menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 4,74 persen.
Sektor energi menyusul dengan penguatan 3,35 persen, sedangkan sektor barang baku naik 2,34 persen. Sementara itu, sektor transportasi menjadi satu-satunya sektor yang berakhir melemah dengan koreksi 0,16 persen.
Di jajaran saham LQ45, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menjadi saham dengan kenaikan terbesar setelah melonjak 20,83 persen.
Posisi berikutnya ditempati Indosat (ISAT) yang menguat 14,42 persen dan Barito Pacific (BRPT) yang naik 7,14 persen.
Sebaliknya, Mitra Adiperkasa (MAPI) menjadi saham LQ45 dengan penurunan terbesar, yakni 1,95 persen. United Tractors (UNTR) turun 1,38 persen dan Indika Energy (INDY) terkoreksi 1,20 persen.
Di luar kelompok LQ45, Ekadharma International (EKAD) menjadi top gainer dengan kenaikan 34,83 persen ke level 240.
Duta Anggada Realty (DART) menyusul dengan penguatan 34,59 persen ke level 214, sedangkan Tempo Inti Media (TMPO) naik 28,57 persen ke level 198.
Sementara itu, Bersama Mencapai Puncak (BAIK) menjadi top loser setelah turun 15 persen ke level 476. Asia Sejahtera Mina (AGAR) melemah 14,88 persen ke level 1.030 dan Sumi Indo Kabel (IKBI) turun 11,45 persen ke level 580.