JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (10/8/2026) di zona merah. IHSG turun 44,28 poin atau 0,69 persen ke level 6.365,37.
Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Stockbit, IHSG sempat bergerak di zona hijau pada awal perdagangan sebelum akhirnya berbalik melemah hingga penutupan.
Pelemahan terjadi di mayoritas sektor. Tercatat 10 indeks sektoral berakhir di zona merah.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat 0,48 Persen ke Level 6.440, Pasar Saham Asia Mayoritas Hijau Sektor barang konsumen non-siklikal menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni 1,37 persen. Selanjutnya sektor infrastruktur melemah 1,25 persen dan sektor perindustrian turun 0,74 persen.
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 287 saham tercatat menguat, sementara 329 saham melemah dan 180 saham lainnya stagnan.
Total volume transaksi saham di BEI mencapai 46,61 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,02 triliun.
Di jajaran saham unggulan LQ45, sejumlah emiten mencatat pergerakan signifikan. PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) menjadi saham dengan kenaikan tertinggi.
Sebaliknya, saham milik konglomerat Prajogo Pangestu menjadi salah satu pemberat indeks. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin daftar saham dengan pelemahan terbesar di LQ45.
Berikut daftar top losers LQ45 pada penutupan perdagangan Senin (10/8/2026):
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 4,05 persen.- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 3,63 persen.- PT Indika Energy Tbk (INDY) turun 3,33 persen.
Sementara itu, tiga saham dengan kenaikan tertinggi di LQ45 yakni:
- PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) naik 7,87 persen.- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 3,40 persen.- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 2,33 persen.