ACEH – Pemerintah terus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pesisir yang terdampak bencana di Aceh.
Melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), berbagai bantuan sektor kelautan dan perikanan mulai disalurkan untuk membantu nelayan, petambak, pembudi daya, hingga pengolah hasil perikanan kembali menjalankan usahanya.
Bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diserahkan kepada masyarakat di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Baca Juga: BGN Pecat Tidak Hormat 66 Kepala Dapur MBG, Ada yang Terlibat Judol hingga 'Hengki-Pengki' Penyaluran bantuan dilakukan di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon, Kamis (6/8/2026), sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan mata pencaharian warga pascabencana.
Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Enggar Sadtopo, mengatakan bantuan tersebut difokuskan untuk menghidupkan kembali aktivitas produksi masyarakat pesisir.
Paket bantuan yang disalurkan meliputi 20 paket peralatan pengolahan ikan, 57 unit cool box, benih udang, serta paket pakan untuk mendukung pemulihan tambak seluas 1.450 hektare di Aceh Utara dan 271 hektare di Lhokseumawe.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan kepada sektor perikanan tangkap dan usaha garam.
Khusus di Aceh Utara, KKP menyerahkan 20 unit mesin kapal berkapasitas 30 PK, 155 unit alat tangkap ikan, serta 171 unit dapur perebusan garam bagi petambak garam yang terdampak bencana.
Tidak hanya bantuan sarana produksi, pemerintah juga mengerahkan delapan unit ekskavator untuk mempercepat rehabilitasi tambak yang rusak di delapan kabupaten dan kota, yaitu Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Utara, Aceh Selatan, Aceh Barat, Pidie Jaya, Aceh Timur, dan Bireuen.
Menurut Enggar, alat berat tersebut akan digunakan untuk memperbaiki saluran air dan kawasan tambak yang mengalami kerusakan akibat bencana.
"Kami harap bantuan ini bisa memulihkan ekonomi dari pembudi daya yang terdampak. Ini juga ada ekskavator, alat yang bisa mempercepat rehabilitasi di saluran tambak terdampak di Aceh Utara," kata Enggar.
Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan pemulihan sekitar 15.000 hektare tambak yang terdampak bencana di Aceh.