JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya tidak berencana mencalonkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) menyusul mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan tersebut beberapa waktu lalu.
Purbaya mengaku namanya kerap dikaitkan dengan berbagai bursa jabatan, mulai dari pimpinan lembaga keuangan, kementerian, hingga posisi Gubernur BI. Namun ia menegaskan tidak pernah benar-benar mengajukan diri untuk posisi-posisi tersebut.
"Nggak (mengajukan diri BI), kenapa anda menyuruh saya ke BI? Kalau setiap bursa itu nama saya selalu masuk ke mana-mana, tapi nggak pernah jadi. Jadi saya di sini (Menkeu) sudah syukur lah," kata Purbaya di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Cuma 2 dari 34 Kanwil Capai Target di 2025, Purbaya Yakin Tahun Ini Jauh Lebih Baik Dalam kesempatan itu, Purbaya juga meluruskan isu yang menyebut Bank Indonesia akan berada di bawah Kementerian Keuangan. Ia menegaskan isu tersebut tidak benar karena pemisahan bank sentral dari otoritas fiskal merupakan amanat undang-undang.
Purbaya mengakui saat ini tengah terjadi tekanan di sektor keuangan yang salah satunya berdampak pada pelemahan rupiah. Namun menurutnya, solusi yang tepat bukan menggabungkan bank sentral dengan otoritas fiskal, melainkan memperkuat sinergi antara otoritas fiskal, bank sentral, dan lembaga pengawas keuangan.
"Ketika keadaan seperti ini, kurang baik mengubah sistem yang ada, yang penting adalah perbaiki kinerjanya kita semua itu. Kita lebih dekat dengan BI, OJK, LPS, dan keuangan supaya kebijakannya lebih sinergis, gitu aja," ujarnya.
Sebelumnya diketahui, Perry Warjiyo mundur dari kursi Gubernur BI. Destry Damayanti kemudian ditunjuk sebagai pejabat sementara Gubernur BI.* (in/dh)