JAKARTA - Harga logam mulia berupa emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pergerakan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS), serta tingginya permintaan aset safe haven.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga logam mulia berpeluang menyentuh Rp2,72 juta per gram sebagai batas atas atau resistance. Dalam perdagangan pekan depan, harga emas diperkirakan bergerak pada kisaran Rp2.410.000 per gram sebagai level support dan Rp2.720.000 per gram sebagai level resistance.
"Untuk logam mulia (emas) sendiri, kemungkinan besar dalam minggu depan logam mulia itu akan ditransaksikan di support Rp2.410.000 per gram, kemudian resistensinya di Rp2.720.000 per gram," ujar Ibrahim kepada wartawan, Minggu (2/8/2026).
Baca Juga: Sudah Siap Gempur Iran, Trump Tarik Rem Darurat demi Selat Hormuz Sementara dalam jangka pendek, harga emas diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp2.580.000 per gram hingga Rp2.623.000 per gram.
"Nah secara jangka pendek, kemungkinan support-nya di 2.580.000 rupiah per gram, kemudian resistensinya di Rp2.623.000 per gram," paparnya.
Sebagai informasi, harga emas Antam selama sepekan terakhir bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Harga emas sempat menguat pada awal pekan, kemudian melemah selama dua hari berturut-turut. Meski sempat kembali naik menjelang akhir pekan, harga emas kembali terkoreksi pada Sabtu dan bertahan hingga Minggu.
Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, pada Senin (27/7/2026) harga emas Antam ukuran 1 gram naik Rp10.000 per gram, dari Rp2.612.000 menjadi Rp2.622.000. Sementara itu, harga buyback emas Antam juga naik Rp18.000 per gram, dari Rp2.352.000 menjadi Rp2.370.000.
Memasuki Selasa (28/7/2026), harga emas Antam kembali melemah. Harga emas turun Rp9.000 per gram, dari Rp2.622.000 menjadi Rp2.613.000. Di sisi lain, harga buyback emas Antam ikut turun Rp9.000 per gram, dari Rp2.370.000 menjadi Rp2.361.000.
Pada Rabu (29/7/2026), pelemahan masih berlanjut. Harga emas Antam turun Rp12.000 per gram, dari Rp2.613.000 menjadi Rp2.601.000. Harga buyback emas Antam juga turun Rp15.000 per gram, dari Rp2.361.000 menjadi Rp2.346.000.
Memasuki Kamis (30/7/2026), harga emas Antam kembali menguat. Harga emas naik Rp15.000 per gram, dari Rp2.601.000 menjadi Rp2.616.000. Sementara itu, harga buyback emas Antam melonjak Rp35.000 per gram, dari Rp2.346.000 menjadi Rp2.381.000.
Pada Jumat (31/7/2026), tren kenaikan masih berlanjut. Harga emas Antam naik Rp7.000 per gram, dari Rp2.616.000 menjadi Rp2.623.000. Harga buyback emas Antam juga naik Rp17.000 per gram, dari Rp2.381.000 menjadi Rp2.398.000.
Memasuki Sabtu (1/8/2026), harga emas Antam kembali mengalami penurunan. Harga emas turun Rp20.000 per gram, dari Rp2.623.000 menjadi Rp2.603.000. Sementara itu, harga buyback emas Antam turun Rp30.000 per gram, dari Rp2.398.000 menjadi Rp2.368.000.