BINJAI — Upaya memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pangan lokal terus dilakukan.
Pemerintah Kota Binjai bersama pemangku kepentingan resmi meresmikan Rumah Olahan Kedelai Indonesia (ROKI) yang berlokasi di Jalan Letjen Umar Baki, Lingkungan VIII, Kelurahan Suka Ramai, Kota Binjai, Jumat (31/7/2026).
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Binjai, Drs. Hamdani Hasibuan, yang hadir mewakili Wali Kota Binjai.
Baca Juga: Bareskrim Polri Tangkap Kurir Ekstasi Jaringan Malaysia–Medan, Sita Lebih dari 9.000 Butir Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara, Dr. H. Musa Rajekshah, menyampaikan bahwa kehadiran ROKI merupakan langkah nyata dalam mendukung pengembangan UMKM melalui kolaborasi berbagai pihak, sehingga dapat menghasilkan produk olahan kedelai yang berkualitas dan bernilai tambah.
Pemerintah Kota Binjai berharap keberadaan ROKI menjadi wadah pembinaan bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing, memperkuat perekonomian masyarakat, serta mendorong tumbuhnya UMKM yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan ekonomi dan industri olahan kedelai, peresmian ROKI juga diwarnai dengan aksi kepedulian sosial.
Dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional tersebut, disalurkan paket bantuan kepada 30 anak stunting dan anak berkebutuhan khusus, serta 30 anak penerima manfaat Program Aksi Baik.
Peresmian pusat olahan kedelai ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh lintas instansi, di antaranya:
- Plt. Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, S.H.- Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Sri Bana Br. Perangin-angin- Camat Binjai Barat, Romi Surya Dharma Damanik, S.STP., M.Si.- Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Iman Gunadi- Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Syahrul Azhari, M.A.- Jajaran pengurus MES Sumatera Utara dan MES Kota Binjai- Lurah Suka Ramai, perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI), serta para pelaku UMKM lokal.
Kehadiran ROKI diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk turunan kedelai buatan pelaku UMKM di Sumatera Utara.* (ad)