JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pihaknya masih menunggu instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pengucuran tambahan anggaran bagi sekitar 490 pemerintah daerah yang tengah menghadapi kesulitan fiskal.
Wacana penambahan alokasi ini disiapkan untuk menopang belanja pegawai, khususnya pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN), menyusul banyaknya daerah yang mengalami tekanan keuangan akibat penyesuaian anggaran Transfer ke Daerah (TKD).
"Itu sudah dihitung kebutuhannya berapa kira-kira, menunggu arahan bapak Presiden. Nanti, nanti kita belum, belum dihitung. Belum detail apa, belum bisa diumumkan. Tunggu petunjuk bapak Presiden dulu," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga: Purbaya Tegaskan Pemerintah Patuh Putusan MK, Anggaran MBG Berubah Mulai APBN 2028 Meski belum bersedia membeberkan nominal persentase maupun angka kenaikan yang akan ditetapkan, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan kondisi keuangan di seluruh daerah secara intensif, terutama pasca-penyesuaian kebijakan TKD.
"Jumlah hitungannya seharusnya cukuplah buat daerah-daerah tapi saya tunggu petunjuk presiden," ujarnya.
Soal kepastian jumlah pemerintah daerah yang bakal menerima suntikan dana, Purbaya menegaskan hal itu belum bisa dipastikan. Proses evaluasi masih terus berjalan untuk mengidentifikasi wilayah mana saja yang berpotensi mengalami defisit anggaran, terutama untuk menutupi kewajiban gaji aparatur serta pembiayaan operasional layanan dasar pemerintahan.
"Saya ngomong segitu ya? (490 Pemda). Ini masih harus didiskusikan dulu baru dihitung. Nanti saya menghadap bapak Presiden kalau beliau setuju kita umumin, kalau nggak, ini kan keputusan bapak Presiden semua ya," katanya.* (oz/dh)