JAKARTA — Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Jumat (31/7/2026) dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mata uang Garuda dibuka pada level Rp18.055 per dolar AS seiring melemahnya mata uang Negeri Paman Sam setelah sejumlah data ekonomi Amerika Serikat berada di bawah perkiraan pasar.
Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah tercatat menguat 0,31 persen ke level Rp18.055 per dolar AS.
Baca Juga: Pasar Saham Cerah, IHSG Naik 31 Poin di Awal Perdagangan Jumat Penguatan rupiah juga sejalan dengan pergerakan sejumlah mata uang Asia lainnya.
Peso Filipina menjadi mata uang Asia dengan penguatan terbesar terhadap dolar AS, yakni naik 0,31 persen.
Selain peso Filipina, ringgit Malaysia menguat 0,09 persen, baht Thailand naik 0,06 persen, dan yuan China mengalami penguatan 0,03 persen terhadap dolar AS.
Namun, sebagian besar mata uang Asia lainnya justru bergerak melemah.
Won Korea Selatan tercatat mengalami tekanan paling besar dengan pelemahan 0,71 persen, disusul yen Jepang yang turun 0,70 persen.
Dolar Singapura melemah 0,19 persen terhadap dolar AS.
Sementara rupee India turun 0,03 persen, dolar Taiwan melemah 0,02 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi tipis 0,01 persen.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan dolar AS terjadi setelah rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan hasil lebih rendah dibandingkan perkiraan pasar.
Menurutnya, data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan dolar AS.