JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan pada awal perdagangan Kamis, 30 Juli 2026.
Mata uang Garuda dibuka naik tipis di tengah perhatian pasar terhadap keputusan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan data perdagangan, rupiah dibuka menguat 0,02 persen atau naik 3 poin ke level Rp18.070 per dolar AS.
Baca Juga: Pasar Saham Pagi Ini Bergairah, IHSG Tembus Level 6.125! Pada saat bersamaan, indeks dolar AS atau US Dollar Index (DXY) justru bergerak naik 0,02 persen ke level 100,91.
Pada perdagangan sebelumnya, Rabu, 29 Juli 2026, rupiah juga berhasil menguat 10 poin dan ditutup di posisi Rp18.073 per dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah saat ini masih dipengaruhi oleh sentimen global, terutama terkait arah kebijakan moneter The Fed.
Menurut Ibrahim, pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat tidak akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Juli 2026.
Sesuai ekspektasi pasar, The Fed akhirnya memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,50 persen hingga 3,75 persen setelah menggelar rapat selama dua hari.
"Para pedagang mengurangi taruhan kenaikan suku bunga Fed di tengah harapan baru akan diplomasi AS-Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima bulan," kata Ibrahim.
Selain faktor global, kondisi dalam negeri juga menjadi perhatian investor.
Ibrahim menyebut kredibilitas pasar keuangan Indonesia tengah menghadapi tantangan setelah muncul respons negatif terhadap hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo disebut berada di angka 49,5 persen.