JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (29/7/2026) di zona merah setelah terkoreksi 39,20 poin atau 0,64 persen ke level 6.091,39. Tekanan jual yang terjadi sepanjang sesi perdagangan membuat mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah.
Data perdagangan BEI menunjukkan IHSG sempat dibuka menguat di level 6.141,16 dan menyentuh posisi tertinggi harian di 6.174,41. Namun, tekanan jual yang meningkat membuat indeks berbalik arah hingga sempat menyentuh level terendah di 6.029,32 sebelum akhirnya ditutup di level 6.091,39.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 38,30 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp22,78 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,946 juta kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia berada di kisaran Rp10.675 triliun.
Baca Juga: IHSG Menguat ke 6.143,54, Ini Daftar Saham Pilihan Analis Hari Ini Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 186 saham menguat, 494 saham melemah, dan 285 saham bergerak stagnan. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi perdagangan di pasar modal domestik.
Pelemahan IHSG juga tercermin pada sejumlah indeks utama. Indeks LQ45 turun 0,25 persen menjadi 606,52, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,85 persen ke 361,31, KOMPAS100 turun 0,45 persen ke 796,13, ISSI melemah 0,67 persen, IDX30 turun 0,21 persen, serta JII70 terkoreksi 0,61 persen.
Dari sisi sektoral, sektor properti menjadi penyumbang pelemahan terbesar setelah turun 2,75 persen. Disusul sektor industri yang merosot 2,67 persen, transportasi turun 1,77 persen, infrastruktur melemah 1,48 persen, energi terkoreksi 1,26 persen, serta sektor barang konsumsi siklikal turun 1,16 persen.
Selain itu, sektor keuangan dan bahan baku juga ikut melemah masing-masing sebesar 0,45 persen dan 0,32 persen. Sementara hanya beberapa sektor yang mampu bertahan di zona hijau, yakni sektor teknologi yang naik 0,18 persen, barang konsumsi nonprimer menguat 0,11 persen, dan sektor kesehatan bertambah 0,08 persen.
Di kelompok saham unggulan LQ45, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk menjadi salah satu penguatan terbesar setelah naik 2,80 persen. Saham PT Barito Pacific Tbk menguat 2,29 persen, PT ESSA Industries Indonesia Tbk naik 1,65 persen, dan PT AKR Corporindo Tbk bertambah 1,38 persen.
Sebaliknya, tekanan terbesar dialami saham PT Bumi Resources Tbk yang turun 3,64 persen. Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk melemah 2,82 persen, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk terkoreksi 2,61 persen, dan PT Indosat Tbk turun 2,56 persen.
Sementara itu, bursa saham Asia bergerak bervariasi. Indeks Shanghai SSE Composite dan Hang Seng Hong Kong ditutup menguat, begitu pula S&P/ASX 200 Australia. Di sisi lain, indeks Nikkei Jepang dan KOSPI Korea Selatan justru mengalami pelemahan, mencerminkan sentimen investor regional yang masih cenderung berhati-hati terhadap dinamika pasar global.* (k/dh)