JAKARTA – Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan hampir separuh masyarakat Indonesia menilai kondisi ekonomi nasional saat ini berada dalam kondisi buruk.
Dalam survei terbaru SMRC bertajuk "Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden", sebanyak 37,9 persen responden menyatakan kondisi ekonomi Indonesia buruk.
Sementara 11,5 persen lainnya menilai kondisi ekonomi berada dalam kategori sangat buruk.
Baca Juga: Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Turun Jadi 51,1 Persen Jika digabungkan, sebanyak 49,4 persen masyarakat memiliki pandangan negatif terhadap kondisi ekonomi nasional.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan penilaian negatif terhadap ekonomi kini menjadi pandangan yang cukup dominan di tengah masyarakat.
"Hanya sekitar 15,7 persen warga yang melihat kondisi ekonomi nasional secara positif. Sebaliknya, sekitar separuh masyarakat, 49,4 persen, menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk," kata Deni Irvani, Minggu (26/7/2026).
Sementara itu, sebanyak 33,9 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional berada dalam keadaan biasa saja.
Menurut Deni, hasil survei tersebut menunjukkan persepsi negatif terhadap kondisi ekonomi tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu, melainkan sudah menjadi pandangan yang cukup luas di masyarakat.
SMRC mencatat terjadi peningkatan signifikan terhadap penilaian negatif masyarakat mengenai kondisi ekonomi dalam sembilan bulan terakhir.
Pada survei November 2025, masyarakat yang menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk berada di angka 22,7 persen.
Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 31,7 persen pada survei Februari–Maret 2026.
Kemudian dalam survei terbaru Juli 2026, jumlah masyarakat yang menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk kembali naik hingga mencapai 49,4 persen.