JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan selama periode 20-24 Juli 2026 dengan kinerja positif. Indeks ditutup menguat 0,34 persen di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang ditandai dengan lonjakan volume transaksi, nilai perdagangan, frekuensi transaksi, hingga kapitalisasi pasar.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan IHSG selama sepekan ditutup di level 6.196,430 atau naik 0,34 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 6.175,535.
"Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan turut mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen dan ditutup pada level 6.196,430 dari 6.175,535 pada pekan lalu," ujar Kautsar dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: IHSG Menguat Pekan Ini, Investor Asing Tetap Incar Saham Bank dan Energi Selain penguatan indeks, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia juga mengalami peningkatan signifikan. Rata-rata volume transaksi harian melonjak hingga 66,88 persen menjadi 43,68 miliar lembar saham dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 26,17 miliar lembar saham.
Tak hanya itu, rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat tajam sebesar 41,21 persen menjadi Rp19,76 triliun, dari sebelumnya Rp13,99 triliun.
Kinerja positif turut terlihat pada frekuensi transaksi harian yang naik 14,40 persen menjadi 2,67 juta kali transaksi. Pada pekan sebelumnya, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,33 juta kali transaksi.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga mengalami kenaikan sebesar 1,13 persen menjadi Rp10.870 triliun, dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di level Rp10.749 triliun.
Meski sejumlah indikator perdagangan menunjukkan tren positif, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih di pasar saham domestik.
Pada perdagangan Jumat (24/7/2026), nilai jual bersih atau net sell investor asing tercatat mencapai Rp1,36 triliun.
Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD), investor asing telah membukukan aksi jual bersih sebesar Rp79,09 triliun di pasar saham Indonesia.
Penguatan IHSG yang dibarengi peningkatan aktivitas perdagangan menunjukkan minat transaksi di pasar modal masih terjaga. Namun, pelaku pasar tetap mencermati pergerakan dana asing yang hingga kini masih mencatatkan tren keluar dari pasar domestik.* (in/dh)