JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto merespons aksi kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengenakan kaus bertuliskan "Prabowonomics" dalam perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.
Prabowo mengaku terharu melihat dukungan tersebut.
Namun, ia menyebut dirinya merasa tidak pantas apabila namanya digunakan sebagai istilah dalam gagasan ekonomi yang diusung dalam acara tersebut.
Baca Juga: Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Harlah ke-28 PKB, Kamis (23/7/2026).
"Saya terharu karena PKB dalam hari ulang tahunnya begitu tegas menyampaikan dukungan kepada arah baru ekonomi. Saya juga merasa terharu saudara memakai kaus Prabowonomics. Sesungguhnya terus terang saja tidak pantas saudara pakai nama saya di situ," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, istilah Prabowonomics bukanlah gagasan baru yang hanya berasal dari dirinya.
Ia mengatakan, pemikirannya tersebut merupakan bentuk keyakinan terhadap cita-cita para pendiri bangsa dalam membangun sistem ekonomi Indonesia.
Prabowo menjelaskan bahwa prinsip ekonomi yang ia perjuangkan berangkat dari nilai-nilai yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34.
Ia menegaskan, tujuannya adalah memastikan perekonomian nasional berjalan sesuai amanat konstitusi dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Ketegasan perjuangan saya, keyakinan saya itu adalah keyakinan saya terhadap cita-cita pendiri bangsa, keyakinan saya terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945, keyakinan saya terhadap UUD negara kita, keyakinan saya terutama kepada Pasal 33 UUD dan pasal 34 UUD kita. Itu keyakinan saya," ujar dia.
Prabowo mengatakan, tidak ada hal yang benar-benar baru dari gagasan tersebut.
Menurutnya, yang dilakukan adalah memperkuat kembali nilai ekonomi yang sudah menjadi dasar negara.