JAKARTA — Harga sejumlah bahan pangan strategis mengalami kenaikan di tingkat pedagang eceran nasional. Harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp95 ribu per kilogram (kg), sementara telur ayam ras menyentuh Rp35 ribu per kg.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, Kamis (23/7/2026), sejumlah komoditas pangan masih berada pada level tinggi di pasar.
Selain cabai rawit merah dan telur ayam ras, beberapa bahan pokok lain juga mengalami perubahan harga. Bawang merah tercatat berada di angka Rp66.250 per kg, sedangkan bawang putih mencapai Rp57.500 per kg.
Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Menguat, Tembus Rp2,635 Juta per Gram Hari Ini Untuk komoditas beras, harga beras kualitas bawah I berada di level Rp18.050 per kg dan beras kualitas bawah II sebesar Rp18.000 per kg. Sementara beras kualitas medium I dan medium II masing-masing tercatat Rp19.500 per kg.
Adapun harga beras kualitas super juga masih berada di atas Rp20 ribu per kg. Beras super I tercatat Rp20.150 per kg, sedangkan beras super II mencapai Rp20.000 per kg.
Tidak hanya cabai rawit, komoditas cabai lainnya juga mengalami harga tinggi. Cabai merah besar tercatat Rp87.500 per kg, cabai merah keriting Rp87.500 per kg, sementara cabai rawit hijau berada di level Rp50.000 per kg.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar mencapai Rp43.750 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I tercatat Rp152.500 per kg dan daging sapi kualitas II sebesar Rp136.250 per kg.
Komoditas kebutuhan rumah tangga lainnya seperti gula pasir premium berada di harga Rp25.000 per kg, sedangkan gula pasir lokal Rp20.250 per kg.
Sementara harga minyak goreng juga masih menjadi perhatian masyarakat. Minyak goreng curah tercatat Rp21.250 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp27.250 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II sebesar Rp26.000 per liter.
Kenaikan sejumlah harga pangan ini menjadi perhatian pemerintah dan pelaku pasar karena dapat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat serta perkembangan inflasi nasional.* (mt/dh)