JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan Kamis pagi, 23 Juli 2026. Indeks saham utama Indonesia tersebut naik sekitar 40 poin ke level 6.375 setelah dibuka di posisi 6.346,616.
Mengacu pada data perdagangan yang tercatat hingga pukul 09.27 WIB, IHSG mengalami penguatan sebesar 40,686 poin atau setara 0,64 persen ke level 6.375,162.
Penguatan IHSG pagi ini didukung oleh mayoritas saham yang bergerak positif. Sebanyak 341 saham tercatat menguat, sementara 175 saham melemah dan 211 saham lainnya berada di posisi stagnan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Lagi, Kini Tembus Rp2,640 Juta per Gram Nilai transaksi saham hingga pagi hari mencapai Rp3,159 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 10,209 miliar saham.
Analis memperkirakan pergerakan IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren positif dalam jangka menengah. Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebut IHSG berpotensi menuju level 6.700-6.850 apabila mampu bertahan di atas area support 6.300-6.330.
Namun, investor tetap perlu mewaspadai risiko koreksi apabila IHSG kembali turun menembus level 6.300. Dalam kondisi tersebut, indeks berpotensi bergerak menuju area 6.000-an.
"Support IHSG diperkirakan berada di level 6.250-6.300, sementara resistance berada pada kisaran 6.380-6.480," ujar Fanny dalam risetnya.
Pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh sentimen global. Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya akibat lonjakan harga minyak dunia yang dipicu meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi dan kemungkinan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), mempertahankan kebijakan suku bunga ketat.
Sementara itu, bursa Asia bergerak variatif. Sejumlah indeks saham regional mengalami penguatan, sedangkan sebagian lainnya masih berada dalam tekanan mengikuti sentimen global.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis 0,09 persen dengan catatan aksi jual bersih investor asing mencapai Rp1,11 triliun. Beberapa saham yang menjadi target jual asing antara lain DSSA, BBRI, ASII, AMMN, dan TPIA.
Pelaku pasar kini mencermati pergerakan IHSG berikutnya, terutama apakah indeks mampu mempertahankan momentum penguatan dan menembus level resistance terdekat.* (mt/dh)