JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis terhadap rupiah pada perdagangan Kamis (23/7/2026) pagi. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Negeri Paman Sam diperdagangkan di level Rp17.919 per dolar AS.
Penguatan tersebut tercatat sebesar 2 poin atau sekitar 0,01 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Meski kenaikannya relatif terbatas, pergerakan ini menunjukkan dolar AS masih bertahan di level tinggi terhadap mata uang Indonesia.
Sementara itu, pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia terpantau bervariasi dan cenderung stabil.
Baca Juga: Cuaca Aceh Hari Ini 23 Juli 2026: BMKG Prediksi Cerah hingga Kabut Asap, Waspadai Hujan Ringan di Dataran Tinggi Dolar AS tercatat bergerak stagnan terhadap dolar Kanada, franc Swiss (CHF), dan dolar Hong Kong.
Di sisi lain, mata uang Amerika Serikat tersebut justru mengalami pelemahan terhadap yen Jepang sebesar 0,09 persen. Selain itu, dolar AS juga melemah terhadap won Korea Selatan dalam perdagangan hari ini.
Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global yang berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral, perkembangan ekonomi Amerika Serikat, hingga dinamika pasar keuangan internasional.
Pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global serta sentimen investor terhadap aset berisiko dalam beberapa waktu ke depan.* (d/dh)