MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memastikan ketersediaan stok beras di gudang masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan pemerintah.
Hingga saat ini, Bulog Sumut mencatat stok beras mencapai 57.375 ton yang tersebar di sejumlah gudang wilayah Sumatera Utara.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan, jumlah tersebut masih cukup kuat untuk mendukung berbagai program pangan pemerintah sekaligus menjaga pasokan beras bagi masyarakat.
Baca Juga: 3.000 Aset Pemprov Sumut Belum Bersertifikat Jadi Sorotan DPRD, Ini Penjelasan Kepala BKAD "Stok total gudang masih kuat dalam memenuhi program tersebut untuk kebutuhan masyarakat," ujar Budi di Medan, Rabu (22/7/2026).
Menurut Budi, kebutuhan beras untuk program bantuan pangan sebelumnya pada periode Februari-Maret 2026 mencapai sekitar 35.000 ton.
Sementara stok lainnya digunakan untuk memenuhi penyaluran beras SPHP melalui jaringan mitra Bulog.
"Untuk itu, kami meyakini stok 57.375 ton beras di gudang masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat melalui program SPHP maupun bantuan pangan," ujarnya.
Budi menjelaskan, setelah penyaluran bantuan pangan periode Juli 2026 selesai dilakukan, pihaknya akan mengajukan tambahan pasokan beras dari pemerintah pusat untuk menjaga ketersediaan stok.
Selain itu, Bulog Sumut juga terus memperkuat cadangan beras melalui penyerapan gabah kering dari petani di berbagai daerah.
Hingga pertengahan Juli 2026, penyerapan gabah oleh Bulog Sumut telah mencapai 34.000 ton atau setara sekitar 17.000 ton beras.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari target pengadaan sekitar 70.000 ton gabah kering atau setara 35.000 ton beras.
Budi optimistis penyerapan akan terus meningkat pada Agustus hingga September 2026 seiring masuknya masa panen di sejumlah daerah sentra produksi.